Sunday, May 19, 2013

Nazar Bisa Ditangkap, Kok Nunun Tidak?

"Heran kenapa Nunun Nurbaeti belum bisa ditangkap."

VIVAnews - Penangkapan buronan kasus suap Wisma Atlet Sea Games, Nazaruddin, di Kolombia patut diacungi jempol. Hanya saja Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin masih mempertanyakan ketidakmampuan kepolisian menangkap Nunun Nurbaeti yang dituduh terlibat kasus suap pemilihan Deputi Gubernur BI

"Memang tidak hanya Nazaruddin yang harus ditangkap karena masih banyak yang lain-lain seperti konglomerat-konglomerat hitam dan Nunun Nurbaeti," kata dia kepadaVIVAnews.com, Kamis, 11 Agustus 2011.

Read more...  
JA slide show

CDCC on YOUTUBE


mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1711
mod_vvisit_counterYesterday7676
mod_vvisit_counterThis week1711
mod_vvisit_counterLast week40814
mod_vvisit_counterThis month76247
mod_vvisit_counterLast month95040
mod_vvisit_counterAll days2311377

We have: 63 guests online
Your IP: 107.21.186.38
 , 
Today: May 19, 2013

CDCC Update

  • Bedah buku -
  • Risalah Pernyataan Pers IRC (Inter Religious Council) Indonesia Tentang Bom Solo
  • Desak KPK Tuntaskan Skandal Century
  • Diskusi
  • Oleh-oleh Nasi Bungkus untuk Antasari
Home News Oleh-oleh Nasi Bungkus untuk Antasari

Oleh-oleh Nasi Bungkus untuk Antasari

PDFPrintE-mail

ADA yang berbeda Lapas Kelas I Tangerang, Jumat (23/9/2011) sore. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin, tampak di sana bersama mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang memang menempati salahsatu sel tahanan  LP. Beberapa nasi bungkus, tampak di meja sebuah ruangan, dan sejenak kemudian, keduanya menikmati nasi bungkus itu, sebelum melakukan berbagai pembicaraan. Didampingi beberapa pengurus Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, sore itu Din menyempatkan untuk mengunjungi Antasari sekedar mengajak  diskusi, dan menyantap oleh-oleh seadanya berupa nasi bungkus

Ada yang menarik dari pembicaraan keduanya?

Banyak. Antasari benar-benar memanfaatkan pertemuan tersebut untuk sekedar menceritakan berbagai persoalan yang membelitnya, yang hingga kini masih tertutup kabut tebal

“Saya sangat setuju dengan sebuah istilah, untuk anda. Didzolimi,”ujar Din Syamsuddin menceritakan salahsatu penggalan kalimat yang sempat ia ucapkan setelah Antasari menyampaikan berbai keluhan dan tanggapan seputar kasusnya. Namun, Din tidak menjelaskan lebih jauh maksud didzoliminya Antasari. Yang pasti, pertemuan keduanya, memang diakui sebagai pertemuan yang sangat istimewa oleh Antasari.

“Perlu Pak Din ketahui, bahwa saya ini Muhammadiyah, karena keluarga saya memang dari Muhammadiyah. Maka dari itu, meskipun saya di sini, saya pun masih bisa mengetahui kisah-kisah sejarah Muhammadiyah seperti yang ada di film Sang Pencerah itu,”ujar Antasari. Tak pelak, pengakuan Antasari itu pun mendapatkan apresiasi dari Din.

Antasari mengakui, kasus yang membelitnya memang tergolong pelik karena berbagai kepentingan yang mengelilinginya. Namun, dirinya berjanji untuk mengikuti proses hukum sesuai dengan aturan yang ada.

“Saya memang didzolimi. Namun sebagai warga negara yang baik, saya akan ikuti tahapan demi tahapan proses hukum sesuai kaidah yang berlaku. Jika pengadilan kita fair, Insya Allah saya akan menemukan keadilan,”ujar Antasari.

Din Syamsuddin pun, tidak lupa mengajak rombongan dari PP Muhammadiyah untuk memberikan doa kepada Antasari pada kesempatan itu. Saat memberikan doa, mata Antasari tampak berkaca-kaca.

“Terimakasih. Terimakasih telah mendoakan kami,”balas Antasari.

Antasari yang didampingi Pengacara Maqdir Ismail, kemudian menyambut baik ajakan Din untuk menyantap makanan nasi bungkus yang sengaja dibawa dari Jakarta. Ketika ditanya soal oleh-oleh nasi bungkus, Antasari sempat memberikan banyak cerita seputar nasi bungkus, ketika dirinya masih memiliki jabatan di Gedung Bundar.

“Saya ketika masih di sana, sering sekali makan nasi bungkus. Sekarang, saya jadi teringat kebiasaan saya itu, ketika Pak Din membawakan saya oleh-oleh ini,”pungkasnya.

Saat Din pulang, Antasari pun mengantar hingga pintu gerbang Lapas. Din menjelaskan, pertemuannya dengan Antasari, sebenarnya sudah direncakanakn sejak dua bulan silam, Namun karena terhalang jadwal ke luar negeri yang padat, baru bisa direalisasikan sekarang. Oleh sebab itu, Antasari sebenarnya sudah mendapatkan informasi akan adanya kunjungan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut dari pengacaranya sejak lama. Meskipun tertunda, Din mengakui pertemuan dengan korban kedzoliman ini, tetap hangat dan membawa banyak pesan penting.#

 

Latest News

Public Discussion on A-Taqrib bayn Al-Madzahib fi Al-Islam

Public Discussion on A-Taqrib bayn Al-Madzahib fi Al-Islam

Pulic Discussion... 02 November 2012

Din: Hormati Perbedaan Awal Puasa

YOGYAKARTA —... 17 July 2012
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Contact Us

home Address: Jl. Kemiri No. 24, Menteng, Jakarta 10350

phone Tel: 021 - 3154939

email Email: cdcc.secretariat@gmail.com