Monday, May 20, 2013

Kasus Antasari Ada Apa-apa

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku mengikuti perkembangan Antasari Azhar yang terseret dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen Iskandar. Ia mengaku ada misteri dalam kasus Antasari.

"Sejak awal mula saya melihat bahwa kasus ini ada apa-apa. Artinya bahwa pak Antasari terzalimi," ujar Din yang didampingi kuasa hukum Antasari, Maqdir Ismail depan portir Lembaga Pemasyarakatan Klas I Tangerang, Banten, Jumat (23/9/2011).

Read more...  
JA slide show

CDCC on YOUTUBE


mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2794
mod_vvisit_counterYesterday4969
mod_vvisit_counterThis week2794
mod_vvisit_counterLast week39570
mod_vvisit_counterThis month82299
mod_vvisit_counterLast month95040
mod_vvisit_counterAll days2317429

We have: 4 guests online
Your IP: 54.234.42.16
 , 
Today: May 20, 2013

CDCC Update

  • Bedah buku -
  • Risalah Pernyataan Pers IRC (Inter Religious Council) Indonesia Tentang Bom Solo
  • Desak KPK Tuntaskan Skandal Century
  • Diskusi
  • Oleh-oleh Nasi Bungkus untuk Antasari
Home News Desak KPK Tuntaskan Skandal Century

Desak KPK Tuntaskan Skandal Century

PDFPrintE-mail

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin, bersama beberapa organisasi masyarakat menyampaikan tuntutan kepada aparat penegak hukum, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk segera menuntaskan kasus Bank Century. Mereka menilai, kasus tersebut terkesan dipetieskan.

 

"Kami ingin sampaikan sikap dan pandangan tentang pemberantasan korupsi di Tanah Air, khususnya skandal Bank Century, yang kami amati tidak ada penyelesaian yang signifikan. Ini kasus besar karena memenjarakan uang rakyat," kata Din di kantor Centre For Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC), Menteng, Jakarta, Selasa, 4 Oktober 2011.

Menurut Din, audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menunjukkan dengan jelas adanya tindak pidana korupsi. Selain itu, mereka menyatakan akan menunggu pengadilan arbitrase internasional.

"Kasus Century dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Ini sungguh berbahaya. Baik polisi dan KPK agar menyeret yang terlibat kasus ini. Pemerintah khususnya SBY agar melaksanakan langkah-langkah nyata dan mendorong agar kasus ini dibuka seterang-terangnya," urai Din lagi.

Din juga mengajak semua kekuatan masyarakat seperti tokoh agama, mahasiswa, dan elemen-elemen masyarakat madani lainnya untuk turut mendorong penuntasan kasus ini.  

Berikut adalah tuntutan yang disampaikan oleh Din Syamsuddin, dengan didampingi oleh tokoh dari elemen-elemen masyarakat seperti Adi Massardi, M. Hatta Taliwang, dan lain sebagainya.

 

 

 

 

"Pertama, mendesak agar skandal Century dituntaskan setuntas-tuntasnya karena bisa menjadi bom waktu.

Kedua, agar KPK mengambil langkah-langkah nyata dan jangan terus berdiam diri.

Ketiga, mendesak hasil audit forensik BPK diumumkan ke publik, dan bukti-bukti baru dan lama dibuka.

Keempat, agar jangan membiarkan orang bersembunyi di balik kebohongan itu.

Kelima, meminta kekuatan publik jangan berdiam diri terhadap kasus ini, dan supaya seluruh elemen masyarakat madani, tokoh agama mahasiswa dan elemen-elemen lainnya untuk bersatu padu memberikan dukungan agar kasus ini diselesaikan setuntas-tuntasnya."

 

Latest News

Public Discussion on A-Taqrib bayn Al-Madzahib fi Al-Islam

Public Discussion on A-Taqrib bayn Al-Madzahib fi Al-Islam

Pulic Discussion... 02 November 2012

Din: Hormati Perbedaan Awal Puasa

YOGYAKARTA —... 17 July 2012
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Contact Us

home Address: Jl. Kemiri No. 24, Menteng, Jakarta 10350

phone Tel: 021 - 3154939

email Email: cdcc.secretariat@gmail.com