TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku mengikuti perkembangan Antasari Azhar yang terseret dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen Iskandar. Ia mengaku ada misteri dalam kasus Antasari.
"Sejak awal mula saya melihat bahwa kasus ini ada apa-apa. Artinya bahwa pak Antasari terzalimi," ujar Din yang didampingi kuasa hukum Antasari, Maqdir Ismail depan portir Lembaga Pemasyarakatan Klas I Tangerang, Banten, Jumat (23/9/2011).
Read more...






![]() | Today | 2509 |
![]() | Yesterday | 4969 |
![]() | This week | 2509 |
![]() | Last week | 39570 |
![]() | This month | 82014 |
![]() | Last month | 95040 |
![]() | All days | 2317144 |
Written by Administrator Tuesday, 20 December 2011 18:07
JAKARTA--Harus diakui bahwa dari sejumlah agama yang pernah ada di muka bumi ini, agama Islam dan Kristen merupakan dua agama yang paling banyak peminat dan penganutnya. Sejarah panjang agama-agama mengalami pasang surut dari waktu ke waktu. Ada agama yang datang dan berkembang sesaat, lalu hilang karena ditinggal pemeluknya. Ada juga agama yang keberadaannya constant, tidak berkembang tetapi juga tidak lenyap. Berbeda dengan itu, agama Islam dan Kristen, sejak kelahirannya sampai hari ini tetap diminati dan masing-masing mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Demikian dikatakan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay, Selasa (20/12) siang di aula CDDC Jakarta.
Saleh Daulay mengatakan hal itu, dalam dialog sekaligus bedah buku berjudul Islam Bertanya Kristen Menjawab karangan Christian W. Troll (2011).Selain Saleh, hadir sebagai Narasumber Romo Beny Soesetyo (KWI) dan dimoderatori oleh Aan Rukmana dari Paramadina.
“Konsekuensi dari kebesaran kedua agama ini adalah munculnya kompetisi di antara keduanya. Kompetisi tersebut terjadi dalam berbagai dimensi kehidupan, mulai dari yang bersifat spiritual hingga menyentuh aspek-aspek yang bersifat material. Akibatnya, kita sering menyaksikan adanya konflik kepentingan di antara penganut kedua agama. Mereka saling curiga antara satu dengan yang lain. Pada titik tertentu, sikap saling curiga ini harus berakhir dengan peperangan. Dalam konteks relasi Muslim-Kristen, perang Salib yang berlangsung beberapa abad lalu adalah salah satu potret buram yang perlu disesali karena terbukti tidak mendatangkan manfaat apa pun bagi kedua agama,”ujar Saleh.
Dikatakan, salah satu cara efektif untuk menghindari agar kejadian ini tidak terulang lagi adalah dengan meningkatkan pemahaman tentang keberadaan masing-masing agama. Orang Islam harus mengerti agama Kristen; sebaliknya, orang Kristen juga harus mengerti agama Islam. Dialog-dialog lintas iman yang sering dilakukan pada hakikatnya dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman terhadap keyakinan agama lain. Target akhirnya adalah terbinanya kerukunan dan toleransi antar umat beragama.
Berkaitan dengan buku yang sedang dibahas, Saleh menambahkan, bahwa cara Troll menuliskan buku, adalah cara dialog otentik guna menyampaikan gagasan dialog antar iman.
“Buku ini adalah salah satu contoh konkrit dialog otentik sebagaimana dijelaskan di atas. Tidak seperti layaknya dialog-dialog lintas iman lain yang berbentuk diskusi, seminar, konferensi, atau pun debat, kali ini dialognya dilakukan secara akademik dengan menulis sebuah buku. Dialog seperti ini sebetulnya jauh lebih sulit bila dibandingkan dengan dialog-dialog biasa. Kesulitan yang paling mendasar adalah ketika sang penulis harus berdiri di garis tengah dan berusaha keras untuk menampilkan informasi secara jujur dan terbuka. Sebagai penganut agama Kristen, tentulah dia tergoda untuk lebih menampilkan keunggulan-keunggulan agamanya. Tetapi kali ini, saya melihat bahwa Troll berhasil melampaui hal tersebut. Bahkan, dia justru memaparkan secara jujur persoalan-persoalan yang dihadapi oleh umat Islam dalam memahami ajaran-ajaran agama Kristen,”ungkapnya.
Sementara itu, Romo Benny Susetyo, JR mengatakan, bahwa dialog semacam ini sangat bagus dan bermanfaat, di tengah-tengah kondisi masyarakat yang seperti sekarang.
“Buku ini justru bahan bantuan untuk ummat Kristiani agar memahami tradisi imannya dengan baik dan dengan itu, maka akan mampu memberikan jawabab yang sahih dan tepat untuk saudara-saudara Muslim yang bertanya,”ujar Benny.
Dikatakan Romo, pengalaman bergelut dengan dialog umat beragama di berbagai belahan bumi dan dari berbagai kurun waktu, baik pada diri penulis buku ini, maupun penerjemah, membuktikan bahwa masih banyak umat Krsitiani yang belum paham betul akan detail ajaran imannya.
“Buku ini, tidak bertujuan untuk membuka peluang debat agama guna mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Meski begitu, buku ini berisi hal-hal sensitive dan keyakinan yang berbeda. Buku ini, ingin menjelaskan, mencerahkan dan menambah wawasan untuk membina dan meningkatkan rasa saling pemahaman serta saling menghormati,”tutup Romo Benny.#
Address: Jl. Kemiri No. 24, Menteng, Jakarta 10350
Tel: 021 - 3154939
Email: cdcc.secretariat@gmail.com