Friday, May 24, 2013

Banyak Negara Dukung Palestina Jadi Anggota PBB

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak negara di dunia yang mendukung keanggotaan Palestina, sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Itu mencerminkan sokongan dunia atas kemerdekaan dan kedaulatan negeri itu.

Hal itu disampaikan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, dalam pertemuan dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah M Din Syamsuddin di Jakarta, Kamis (10/11/2011).

Read more...  
JA slide show

CDCC on YOUTUBE


mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday597
mod_vvisit_counterYesterday5067
mod_vvisit_counterThis week19506
mod_vvisit_counterLast week39570
mod_vvisit_counterThis month99011
mod_vvisit_counterLast month95040
mod_vvisit_counterAll days2334141

We have: 5 guests online
Your IP: 54.234.67.55
 , 
Today: May 24, 2013

CDCC Update

  • Bedah buku -
  • Risalah Pernyataan Pers IRC (Inter Religious Council) Indonesia Tentang Bom Solo
  • Desak KPK Tuntaskan Skandal Century
  • Diskusi
  • Oleh-oleh Nasi Bungkus untuk Antasari

Risalah Pernyataan Pers IRC (Inter Religious Council) Indonesia Tentang Bom Solo

PDFPrintE-mail

Jakarta, Ketua IRC - Indonesia, M. Din Syamsuddin bersama para tokoh agama mengecam aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Dan mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi aksi tersbut.

 

Din Syamsuddin (Ketua Presidium IRC-Indonesia)

 

 

1.       Bahwa fakta yang terjadi saat ini adalah, keamanan negara kita sat ini sedang  sangat rawan. Dengan adanya berbagai kasus kekerasan dan Bom di Solo, membuktikan bahwa negara belum dapat menjamin rakyat/warga negaranya untuk menjalankan ibadahnya dengan tenang.
2.       Saya bisa menlihat dengan jelas, tentang adanya ketegangan,  adanya rasa was-was antar umat beragama saat ini, dan itu bisa saja terjadi di rumah-rumah ibadah yang lain. Kondisi ini merupakan tanggung jawab Negara.
3.       Oleh karena itu secara pribadi, saya meminta kepada POLRI untuk melakukan pengusutan tuntas, terutama siapa aktor pelaku dibelakang peristiwa ini semua. Selama ini tidak pernah terungkap setiap dan semua peristiwa bom tidak pernah diungkap secara tuntas, paling-paling nanti akan dikaitkan dengan kelompok-kelompok lama Cirebon, misalnya.
4.      Saya berkeinginan agar polisi untuk mengusut secara tuntas dan membongkar akar-akarnya dan terutama untuk menyingkap apa yang selama ini beredar rumor, wacana isu yang yang berkembang di masyarakat tentang kemungkinan dimanfaat kan oleh pihak-pihak tertentu.
5.       Peristiwa-peristiwa ini mudah direkasaya kearah  mengadu domba antara umat Islam dan Kristiani termasuk untuk memalingkan  perhatian masyarakat dari isu-su kerukunan, perdamaian karena sering peristiwa semacam ini terjadi dalam keadaan wacana-wacana politik tertentu. Namun itu hanyalah rumor, isu yang berkembang dimasyarakat. Terus terang saya tidak punya bukti untuk membenarkannya, apalagi  memastikannya.
6.      Tetapi saya ingin mengatakan bahwa ada logikanya sendiri, inilah yang harus diungkapkan sejelas-jelasnya oleh pemerintah. Kemudian mengatakan ini tidak berarti mentolerir tindak kekerasan. Tindakan ini tetap kita kecam, sebagaimana sudah dikatakan dari awal, jelas perbuatan tersebut adalah perbuatan yang dilarang agama.
7.      Tapi pada sisi lain marilah masing-masing pihak menunaikan kewajibannya dan saya yakin dan  saya tahu bahwa seluruh umat beragama oleh Asosiasi Keagamaan sedang menunaikan tugas dan kewajibannya. MUI dengan fatwa anti terorisme, anti kekerasan, sebagian bukunya sudah disebar luaskan walaupun mungkin pikiran-pikiran moderat semacam ini tidak di dengar oleh kelompok teroris itu tapi ada kewajiban-kewajiban lain dari Negara, yang punya kewajiban, posisi yang baik, tanggung jawab,  untuk menjaga keamanan. 
 
Romo Benny Susetyo  (KWI)
1.      Kami mengucapkan turut berbela sungkawa atas terjadinya peristiwa ini, kami menyesalkan peristiwa ini terulang kembali dan terus terjadi.
2.      Kami berharap saatnya pemerintah tidak ber-retorika lagi namun harus dengan tegas memberikan jaminan kepada siapapun yang ada di Indonesia. Dalam amanat konstitusi dijelaskan bahwa kewajiban dari Negara untuk menjamin rasa aman. Berulang-ulang jaminan itu belum terbukti secara efektif.
3.      Pemerintah selalu terlambat dalam mengestimasi sebuah peristiwa. Maka kami berharap saatnya pemerintah mulai belajar tentang banyak peristiwa dengan lebih menekankan  pendekatan-pendekatan yang tidak hanya keaman tapi upaya-upaya yang mendorong semua warga neraga Indonesia untuk mencintai bangsa ini.
4.     Maka dibutuhkan adalah pertama, sebuah pendekatan-pendekatan kultur dan budaya sehingga gerakan-gerakan radikalisme bisa dipersempit ruang gerakkannya. Dan kita yakin kalau pemerintah berupaya dengan mengajak tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, juga tokoh-tokoh pemuda maka ruang sempit dari gerakan-gerakan ini bisa lebih dipersempit.
5.     Yang kedua harus mengevaluasi kembali model-model pendekatan selama ini apakah pendekatan-pendakan seperti ini efektif atau tidak.
6.     Yang ketiga, perlu dievaluasi tentang kinerja dari aparat kepolisian dan inteligen dalam mengatasi aksi-aksi teroris terus berlangsung. Maka perlu dibutuhkan sebuah transparansi keterbukaan untuk mencari akar-akar persoalan yang mendalam. Mengapa ??? terorisme di Indonesia masih tetap ramai ? Apa yang salah ??. Pendekatan-pendekatan apa yang mungkin kurang efektif, harus ditinjau kembali.
7.      Diharapkan pemerintah lebih meningkatkan kewaspadaan, dan lebih aktif dan pro aktif untuk mencoba memberikan jaminan rasa aman dan saatnya bekerja bukan berwacana, dan yang terpenting adalah jaringan-jaringan terebut diputus sampai akar-akarnya tetapi yang lebih penting harus ada juga pendekatan-pendekatan kesejahteraan bagi mereka.
8.      Maka kalau pemerintah mau berusaha dengan baik, memberikan sebuah pendekatan-pendekatan sosial ekonomi maka saya rasa mereka para pelaku bisa diperkecil ruang geraknya. Dan terakhir harus dicari siapa otaknya dan siapa yang memberikan modal. Dan siapakah sebenarnya pelaku dibalik semua peristiwa yang selama ini terjadi.
9.     Maka saatnya lah bangsa ini tidak perlu takut dengan terror dan bangsa ini harus melawan terror tetapi kewajiban untuk menghadapi terorisme adalah kewajiban pemerintah dan masyarakat memang membantu dalam arti tokoh-tokoh baik muslim maupun Kristen, Hindu, Budha, Konghucu bersatu padu dan selama ini hubungan mereka relatif baik.
10.  Dalam sepuluh tahun ini hubungan muslim dengan kristen ini cukup baik relasinya. Sehingga kita melihat bukan persoalan agama tetapi persoalan ideologi terorisme yang tumbuh dan berkembang akibat juga dari persoalan-persoalan yang yang tidak selesai.
11.  Maka kami berharap pemerintah juga memberikan harapan kepada masyarakat dengan memberikan rasa aman, ketegasan dalam menindak pelaku teror tetapi juga harus mencari jaringan-jaringan dan otak dibalik itu sehingga tidak dilihat secara parsial tetapi dapat dilihat secara utuh. 
12.  Teror itu selalu membawa efek ketakutan, sehingga teror itu selalu melumpuhkan sistim nilai dalam kehidupan bersama, sehingga masyarakat menjadi takut, mengganggu kepentingan ekonomi, membuat politik tidak tetap. Agama kerap kali hanya menjadi alat pembenaran dan di manipulasi. Dan bentuk terror itu oleh agama apapun tidak dibenarkan.
 
Bapak Jerry Sumampow (Sekretaris Eksekutif bag. Diakonia PGI)
1.     Pertama-pertama saya ucapkan terima kasih, dalam rangka mendukung dan mengadvokasi bersama peristiwa pemboman gereja yang terjadi di solo. Sudah banyak dukungan solidaritas disampaikan khususnya kepada kami PGI maka dari itu dalam kesempatan kali ini kami ucapkan terima kasih dan saya kira kebersamaan ini harus kita pelihara, karena banyak sekali provokasi yang sering dikemukakan berkaitan dengan isu-isu kerukunan antar umat beragama.
2.     Gereja Bethel Injil Sepuluh adalah salah satu gereja utusan PGI karena itu salah satu kewajiban PGI untuk memberi perhatian terhadap issue ini. Sama dengan apa yang telah dikemukakan tidak ada lagi kata-kata lagi yang bisa kita ungkapkan untuk mengucapkan aksi-aksi seperti ini, namun kita semua sepakat bahwa aksi seperti ini bukanlah aksi agama, tidak ada agama dimana pun yang membenarkan aksi tersebut.
3.      Sekarang bagaimana caranya pemerintah untuk mengungkap secara tuntas aksi ini. Kalau kita lihat polanya sama seperti kejadian di Cirebon, di daerah Serpong dengan sasaran gereja polanya adalah sama. Bom sebagai alat dan targetnya ke rumah-rumah ibadah. Kami berfikir semestinya tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak bisa mengungkap aktor atau kelompok dibalik teror-teror bom seperti ini. Polanya sama dan berlangsung terus menerus seperti ini. 
4.      Betul memang ada kerumitan untuk mendeteksi bom itu diledakkan. Untuk itu harus ditangkap para aktor dan otaknya, tentunya setelah itu harus ada penindakan yang tegas. Kami Gereja-gereja di Indonesia tentunya tidak mengharapkan kepolisian atau pihak keamanan mengamankan semua Gereja di Indonesia ketika melakukan ibadah hari khususnya minggu, itu sudah sesuatu yang tidak mungkin.
5.      Sebetulnya rasa aman yang kita butuhkan, tetapi tidak dengan cara memberikan penjagaan terhadap gereja ketika menjalan kan ibadah. Yang kita harapkan adalah bagaimana supaya hal-hal seperti ini kita hentikan, dan ini tentunya peran dan tanggung jawab pemerintah untuk memberi rasa aman terhadap kehidupan peribadatan khususnya di umat Kristen tetapi juga umat lain.
6.      Semestinya intelijen pemerintah harus sudah bisa mengungkap, jangan lagi kita mengulang pola-pola yang lama dengan mengidentifikasi pelaku kelompok tapi teidak melakukan tindakan. Kemarin juga sudah ada pernyataan bahwa ini masih merupakan kelompok yang sama. Yang kita butuhkan adalah bagaimana kelompok dibelakang ini ditindak.
7.      Saya yakin bahwa orang yang berkorban kemarin adalah orang-orang yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang ada dibalik aksi-aksi seperti ini. Karena itu menjadi tugas pemerintah untuk mengungkap dan melakukan tindakan tegas kepada para pelaku dan orang-orang dibalik peristiwa itu.
8.      Dengan demikian kita akan mendapatkan rasa aman/jaminan rasa aman untuk menjalankan kehidupan beribadah atau kehidupan-kehidupan berkebangsaan yang lain. Ini tidak hanya teror terhada kehidupan umat Kristen tetapi teror terhadap kehidupan beragama secara keseluruhan dan terro kepada kehidupan kebangsaan kita sebagai bangsa Indonesia. Itu yang bias kami sampaikan, Terima kasih untuk segala dukungan simpati dan solidaritas yang kami terima pasca bom yang terjadi di solo. 
 
Bapak Amidhan (KETUA MUI)
1.      Atas nama MUI menyampaikan keprihatinan kami terhadap umat kristiani telah menjadi korban bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh di Solo. Terhadap peristiwa ini kami mengutuk meskipun bukan statement standar, namun kita mengutuk tindakan teroris yang seperti itu yang berulang terjadi.
2.      Dan kita hampir putus asa. Siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab, dan sebenarnya Negara yang bertanggung jawab yang harus mengungkap sampai tuntas sehingga tidak ada lagi tindakan terorisme seperti ini secara berulang-ulang.
3.      Pemerintah hanya mengatakan bahwa itu ada jaringan tetapi kalau ada jaringan mengapa tidak bisa dituntaskan atau diungkap aktor intelekktualnya sehinga dapat ditanggulangi sebagaimana mestinya.
4.      Menurut hemat kami, yang pertama dan utama, kita tidak perlu panik. Karena kalau kita panik sebenarnya sudah mencapai tindakan terorisme itu. Kita harus mencegah agar dampaknya jangan menjalar kemana-mana.  Pagi ini kami sudah mendapatkan informasi dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi NTT, mereka telah mengadakan pertemuan dan mengutuk sekeras-kerasnya, dan mereka menyatakan bahwa mereka tetap damai dan kebersamaan di Provinsi tersebut. Dan mereka mewanti-wanti jangan sampai terpancing karena menurut mereka mungkin ada saja yang yang bermaksud mengadu domba antar umat beragama.
5.      Sekjen MUI, kemarin ikut berbicara menghadiri pertemuan agama di Manado dan bahkan turut mengapresiasi pertemuan itu. Manado terkenal merupakan pionir untuk kehidupan umat beragama. Jadi didaerah NTT dan Sulawesi Utara, MUI ikut mengantisipasi agar jangan kepanikan ini jangan sampai ke daerah itu sehingga mereka terpancing, sehingga kerukunan antar umat beragama yang sudah baik bisa berantakan lagi.
6.      Kemudian kalau kita menganalisa seperti kejadian di Ambon bahwa polisi terlambat, kemudian dikatakan bahwa bukan polisi yang terlambat namun intelijen kurang berperan atau terlambat di Ambon. Dan itu hampir saja menjalar kemana-mana. Kami sendiri mengeluarkan statement bahwa tidak boleh ada orang yang berangkat kesana dengan maksud jihad. Ini adalah persoalan yang dilokalisasi di daerah itu.
7.     Terkait dengan solo, seperti yang telah dikatakan oleh Presiden bahwa intelijen tidak terlambat, intelijen sudah memperingatkan, namun eksekusinya yang tidak mendapat perhatian sehingga kecolongan, dan bahkan banyak pihak  yang mengatakan bahwa ini kecolongan seperti yang tadi dikatakan oleh Pak Din.
8.      Kecolongan itu artinya, memang Negara memperhatikan masalah terorisme, tetapi selalu saja kecolongan. Namun saya ingin menyampaikan bahwa bom bunuh diri itu sebenarnya, sekarang kita masih menunggu dari aparat polisi apakah itu perorangan, apakah itu kelompok ataukah sifatnya global ? kita belum tau. Baru dari presiden bahwa ini masih ada hungungannya  dengan bom Cirebon  dengan jaringan yang sama.
9.      Apabila itu perorangan, itu merupakan sebuah puncak keputusasaan yang berakar dari kemiskinan, keterbelakangan, karena tidak adanya hadir pemerintah didalam masalah social ekonomi di daerah-daerah tertentu.
10.  Ketua Umum MUI menyampaikan bahwa teroris itu akarnya pengangguran, beliau mengatakan bahwa itu harus diperhatikan masalah-masalah ekonomi dari kemiskinan. Jadi bom bunuh diri itu sebenarnya adalah puncak dari pangkal kemiskinan yang ada di tanah air kita ini, sehingga timbul keputus asaan.
11. Orang-orang yang putus asa ini yang bisa digaet misalnya sebagai pengantin, dll. Keputusan ini bisa terjadi misalnya kepada siswa yang usianya 16 tahun karena tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah sehingga bunuh diri. Bunuh diri ini gejala dari keputusasaan dan puncak dari kemiskinan yang ada di Negara kita ini.
12.  Pemerintah harus mencari akar masalahnya dan solusi didalam akar yang mendasar itu. Tentunya dicari penyebab yang paling  dekat dengan dicari, diinvestigasi, sehingga ketemu aktor intelektualnya. Dan menganjurkan bahwa antar umat beragama tidak boleh terpancing sehingga kebersamaan ini bisa selalu hadir ditengah-tengah kita untuk mengatasi masalah apa saja yang terjadi ditanah air kita ini. 
 
Bapak Rusly Tan (WALUBI)
1.      Ada satu himbauan saya untuk pihak berwajib, bom-bom bunuh diri ini rata-rata kepalanya utuh, ini sebuah kejanggalan. Kalau kepala utuh, masa seperti itu, kalau mau pelakunya hancur total itu sebenarnya gampang. Tetapi ini memunculkan spekulasi, apakah bos nya ingin memberikan pesan bahwa dia terhebat sehingga kepalanya tidak perlu hancur. Dan yang aneh, tidak banyak yang hancur, kecuali cuma diperut saja.
2.      Kita hanya ingin menghimbau, masyarakat ini tidak boleh diteror. Sudah saatnya pihak berwajib tidak perlu lagi lah menunggu masyarakat meminta. Janganlah kita dijadikan korban, kemana-mana kita harus diperiksa seperti penjahat. Satu lagi untuk umat Budha, jangan percaya bahwa ini telah punya dalil agama, dia hanya mengerti pengetahuan saja agamanya, dan benar-benar tidak menjalankan. Bukan agama tetapi penjahatnya yang harus di tindak.
 
Bapak Pdt. Henry Lokra (Kabirolitkom PGI)
1.      Satu hal yang harus diperhatikan adalah bahwa mengapa sampai aktor intelektual dari peristiwa tidak pernah menjadi pengetahuan publik. Padahal sudah berulang kali terjadi teror bom dan sudah banyak yang menjadi korban atas-aksi tersebut.
2.      Oleh karena itu pertanyaan ini cukup serius, dan saya mendengar dari salah satu siaran radio, dan saya mendengar ada wawancara dari Ketua DPR RI ketika ada pendapat publik bahwa ini ada terjadi pengalihan issu, maka dikatakan Ketua DPR RI bahwa komentator itu orang-orang yang tidak bekerja, yang kerjanya hanya komentar saja. Ini adalah tidak dewasa.
3.      Menurut kami ini persepsi, sehingga persepsi masyarakat itu harus dibuktikan oleh pemerintah. Ini rumor yang berkembang di masyarakat dan harus dijawab oleh pemerintah. Karena itu adalah tanggung jawab pemerintah. Tidak lagi menambah polemik-polemik baru seperti dengan mengatakan bahwa itu pekerjaan orang-orang yang tidak bekerja, kerjanya hanya ngomong dan komentar saja. Lalu apakah kerjanya dia sebagai Ketua DPRRI ?, itu juga patut dipertanyakan juga. 
 
 
 
Bapak Novel Matindas (PGI)
1.      Umat Kristen khususnya mereka yang menjadi korban dalam hal ini tidak akan membalas dendam karena menganggap ini bukan masalah agama, tetapi ini adalah kejahatan dan korbannya bisa siapa saja.
2.      Dalam hal ini kebetulan korbannya adalah umat beragama, tetapi kalau kita lihat yang terjadi bahwa ini bisa terjadi kepada siapa saja, kepada anda atau kepada saya. Jadi yang harus diperangi adalah para penjahat yang meneror dan kita tekankan bahwa umat beragama di Indonesia ini sudah dewasa.
3.      Kami sudah punya hubungan yang erat satu sama lain, umat beragama tidak mudah untuk diprovokasi. Dan karena itu kami menghimbau khususnya kepada seluruh antar umat beragama agar supaya untuk tetap tenang, menahan diri, dan tetap memperkuat jalinan kerjasama dan persaudaraan antar umat. #

*) Apabila ada sesuatu yang ingin diketahui dengan rilis ini, mhn bisa menghubungi ke 081384349622

Latest News

Public Discussion on A-Taqrib bayn Al-Madzahib fi Al-Islam

Public Discussion on A-Taqrib bayn Al-Madzahib fi Al-Islam

Pulic Discussion... 02 November 2012

Din: Hormati Perbedaan Awal Puasa

YOGYAKARTA —... 17 July 2012
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Contact Us

home Address: Jl. Kemiri No. 24, Menteng, Jakarta 10350

phone Tel: 021 - 3154939

email Email: cdcc.secretariat@gmail.com