Thursday, Jun 20, 2013

Isi Pidato Din Syamsudin Dalam Sidang Umum PBB di New York

PEACEFUL RESOLUTION OF CONFLICT:

MEDIATION THROUGH INTERFAITH DIALOGUES

United Nations, 7 February 2012

 

M. Din Syamsuddin

Chairman, Muhammadiyah

Indonesia

 

Excellencies,

Ladies and Gentlemen,

Assalamualaikum,

Peace be Upon All of Us,

First of all, I would like to express my gratitude to the President of the United Nations General Assembly and congratulate the United Nations for organizing this timely and urgent event. In that respect, my appreciation goes to His Majesty King Abdullah of Jordan for taking the initiative. I do believe that the commencement of the World Interfaith Harmony Week would strengthen our determination to keep working together, based on common ground, for the common good.

I would like also to convey the message of peace from Indonesia, the largest archipelago in the world with 17.000 islands, the most populous Muslim country, and the pluralistic nation with about 500 ethnic groups and languages, yet its people live in a peaceful co-existence and harmony, based on the Five Principles of Pancasila, and the national motto of Bhineka Tunggal Ika, or Unity in Diversity. 

It is indeed a great honor for me to be here today, to share my experience and thought, through my organization, Muhammadiyah, on the topic of mediation of conflict. At the time when differences often lead to frictions, and frictions lead to conflicts, the search for peaceful ways of resolving differences and conflicts becomes imperative. In this regards, the significance of mediation as an instrument to resolve differences and to find common ground cannot be overstated.

Excellencies,

Ladies and Gentlemen,

Read more...  
JA slide show

CDCC on YOUTUBE



CDCC Update

  • Bedah buku -
  • Risalah Pernyataan Pers IRC (Inter Religious Council) Indonesia Tentang Bom Solo
  • Desak KPK Tuntaskan Skandal Century
  • Diskusi
  • Oleh-oleh Nasi Bungkus untuk Antasari
Home News Penanaman Pohon Perdamaian sebagai Lambang Harmoni Pemersatu dan Bersatunya Umat Beragama

Penanaman Pohon Perdamaian sebagai Lambang Harmoni Pemersatu dan Bersatunya Umat Beragama

PDFPrintE-mail

Jakarta -  M. Din Syamsuddin (Ketua Presidium Inter Religious Council Indonesia) bersama Ketua MPR Taufiq Kiemas, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Ketua DPD Irman Gusman, meresmikan Taman Perdamaian Harmoni  untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kompleks MPR/DPR/DPD, Jakarta, Jumat 10 Pebruari  2012. Dalam peresmian Taman Perdamaian itu dilakukan tanam pohon yang diwakili 8 tokoh lintas agama. Masing-masing M. Din Syamsuddin (mewakili Muhammadiyah), Iqbal Sulam (Nahdlatul Ulama), Slamet Effendi Yusuf (MUI), Andreas Yawangoe (PGI), Philip Wijaya (Walubi), I Nyoman Udayana (PHDI), Wayan Wiratma (Matakin), Mrg Martinus Situmorang (KWI).

Pendirian Taman Perdamaian dan penanaman pohon perdamaian merupakan rangkaian kegiatan dalam Pekan Kerukunan Antar-Umat Beragama yang berlangsung 5-12 Pebruari 2012 yang diselenggarakan IRC Indonesia. Pendirian Taman Perdamaian ini merupakan simbol kerukunan antar-umat beragama. Pendirian taman ini diharapkan dapat memupuk kecintaan terhadap NKRI.

Menurut Ketua Presidium IRC Indonesia, Din Syamsuddin, acara pendirian Taman Perdamaian dan penanaman pohon ini merupakan harmoni dari tiga pilar yaitu IRC Indonesia, Kementerian Kehutanan, Ketua MPR RI Taufiq Kiemas  dan Ketua DPD Irman Gusman.

“Pekan Kerukunan Antar-Umat Beragama merupakan agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai usul Raja Jordania. Resolusi PBB No. 65 Tahun 2010 yang menetapkan bulan Pebruari sebagai Pekan Kerukunan Antar-Umat Beragama,” kata Din. Sejak 2010 telah digelar Pekan Kerukunan Antar-Umat Beragama di berbagai negara. Selain itu, menurut Din, acara pendirian Taman Perdamaian dan penanaman pohon perdamaian dari 8 tokoh lintas agama ini untuk mendukung gerakan 4 pilar MPR RI.  “Taman Perdamaian ini untuk melambangkan harmoni perdamaian,” katanya.

Ketua MPR Taufiq Kiemas mengatakan, penamanan pohon damai dengan tema Harmoni untuk NKRI merupakan upaya penegasan kembali kerukunan antar-umat beragama yang menjadi simponi yang indah di Indonesia. “Harmoni  tanpa simponi belum lengkap,” ujar Taufiq Kiemas. Menurut Taufiq, kerukunan antar-umat beragama telah berlangsung jauh sebelum kemerdekaan Indonesia.   “Ini mendapat momentum saat pidato Bung Karno 1 Juni 1945, pada saat lahirnya Pancasila. Bung Karno menyatakan bahwa  segenap rakyat hendaknya ber-Tuhan secara kebudayaan, yakni tiada egoisme agama. Penegasan  itu merupakan fondasi bagi toleransi dan hidup berdampingan secara damai dalam negara RI,” jelasnya. Taufiq menambahkan pendirian Taman Perdamaian ini menjadi penegasan ulang dari apa yang pernah disampaikan Bung Karno. “Ini mampu kita jaga sampai saat ini. Ini bisa menjadi sumbangan kita pada peradaban dunia. Taman Perdamaian ini menjadi upaya kita menyebarkan budaya damai dan toleran bagi masyarakat,” katanya.

Latest News

Public Discussion on A-Taqrib bayn Al-Madzahib fi Al-Islam

Public Discussion on A-Taqrib bayn Al-Madzahib fi Al-Islam

Pulic Discussion... 02 November 2012

Din: Hormati Perbedaan Awal Puasa

YOGYAKARTA —... 17 July 2012
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Contact Us

home Address: Jl. Kemiri No. 24, Menteng, Jakarta 10350

phone Tel: 021 - 3154939

email Email: cdcc.secretariat@gmail.com