GRESIK- Reshuffle yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai hanya sebagai pencitraan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, bongkar pasang menteri seharusnya dilakukan SBY yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja para menteri dan bukan sebagai bentuk keseimbangan politis atau politik transaksional antara presiden dan partai peserta koalisi.
| Today | 3632 | |
| Yesterday | 7122 | |
| This week | 17474 | |
| Last week | 39570 | |
| This month | 96979 | |
| Last month | 95040 | |
| All days | 2332109 |
Written by Administrator Wednesday, 19 October 2011 18:28
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyarankan PKS keluar dari dilema mempertimbangkan di koalisi atau tidak. "Saya rasa sebenarnya watak aslinya PKS ada di luar pemerintahan, maka jangan selalu ragu-ragu memutuskan untuk berkoalisi atau tidak" ujar Din yang ditemui usai seminar di Kampus UIN Syahid, Jakarta, Rabu (19/10).
Jika PKS tetap seperti itu, PKS akan kehilangan identitasnya sebagai partai dakwah. "Jika tak berubah, PKS akan ditinggal ummatnya" ujar Din.
PKS, terang Din, kehilangan watak penting partai berlandas amar ma'ruf nahi mungkar. "Saya tidak mau mengintervensi, bukan soal jumlah kursi yang berkurang dari empat menjadi satu. Tapi kecenderungan pada sikap PKS kepada pemerintahan.”
Din mengatakan, PKS akan sulit menyuarakan suara rakyat. "PKS harusnya bersuara bagaimana sikapnya terhadap kepemimpinan presiden yang tidak prorakyat. Jangan bicarakan jumlah kursi saja, itu terlalu murah kalau hanya berbicara ‘ayat kursi’," ujarnya.
Address: Jl. Kemiri No. 24, Menteng, Jakarta 10350
Tel: 021 - 3154939
Email: cdcc.secretariat@gmail.com