Saturday, May 18, 2013

Surat Nazaruddin Didorong Rasa Sayang Pada Keluarga

Jakarta (DetikNews) - Setiap suami, pasti memiliki kerinduan terhadap istri dan anaknya. Tak heran, jika Nazaruddin mengirimkan surat kepada SBY untuk meminta agar keluarganya tidak diganggu dan diberikan rasa aman.

Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsudin, menilai surat yang dikirim oleh Nazaruddin kepada SBY, sebagai bentuk dari kondisi jiwa yang tertekan. Sebabnya, kasus Nazaruddin sarat dengan ancaman.

Read more...  
JA slide show

CDCC on YOUTUBE


mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday7114
mod_vvisit_counterYesterday7236
mod_vvisit_counterThis week34039
mod_vvisit_counterLast week25355
mod_vvisit_counterThis month73974
mod_vvisit_counterLast month95040
mod_vvisit_counterAll days2309104

We have: 31 guests online
Your IP: 107.22.156.205
 , 
Today: May 18, 2013

CDCC Update

  • Bedah buku -
  • Risalah Pernyataan Pers IRC (Inter Religious Council) Indonesia Tentang Bom Solo
  • Desak KPK Tuntaskan Skandal Century
  • Diskusi
  • Oleh-oleh Nasi Bungkus untuk Antasari
Home News Akar Konflik Ambon Menurut Tokoh Agama "Masyarakat bagai rumput kering, sekecil apapun persoalan yang memicu, dapat tersulut api"

Akar Konflik Ambon Menurut Tokoh Agama "Masyarakat bagai rumput kering, sekecil apapun persoalan yang memicu, dapat tersulut api"

PDFPrintE-mail

VIVAnews - Kematian seorang tukang ojek Darfin Saiman, kabar SMS dan jejaring sosial yang menyebutnya dibunuh, membuat Ambon bergolak. Puncaknya pada Minggu 11 September 2011, bentrok pecah, tujuh nyawa melayang.

 

Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menilai, akar konflik kerusuhan yang muncul di beberapa wilayah Indonesia seperti Ambon dan Papua secara pasti belum dapat dijelaskan. Namun demikian, dia mengatakan faktor keadilan sosial sangat erat kaitannya dengan munculnya konflik-konflik horizontal di dalam masyarakat.

"Masyarakat bagai rumput kering, sekecil apapun persoalan yang memicu, dapat tersulut api dan dengan mudah terprovokasi," katanya dalam diskusi  “Kerusuhan Ambon dan Papua; Akar Penyebab dan Pemecahannya,” di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 15 September 2011.

Mu'ti melihat akar masalah di Ambon tidak jelas, lebih mengarah pada anomali namun secara nyata terdapat fakta masyarakat saling curiga dan konfliknya terasa sampai sekarang. Dia menjelaskan pada awalnya muncul anggapan bahwa agama, isu gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS), dan rivalitas politik menjadi pemicu.

"Ternyata bukan isu agama, tapi agama bisa ditarik dalam sebuah konflik. Eksistensi RMS, di sana tidak populer lagi. Rivalitas politik ternyata juga tidak benar," jelasnya.

Sementara, Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Konferensi Wali Gereja Indonesia, Romo Benny Susetyo, khawatir konflik yang muncul di tengah bangsa ini adalah karena masyarakat sudah kehilangan harapan kepada pemimpinnya. Dia melihat mereka telah sampai pada titik jenuh dengan janji-janji pejabat publik dan pemerintah yang tidak kunjung terealisasi.

"Kita butuh pemimpin yang bisa memberikan harapan dan penunjuk jalan. Akar masalahnya adalah tidak ada kehendak baik, political will dari pemerintah. Yang ada sampai sekarang hanyalah upaya meredam bukan menyelesaikan secara menyeluruh," ujarnya. (umi)

 

 

• VIVAnews

Latest News

Public Discussion on A-Taqrib bayn Al-Madzahib fi Al-Islam

Public Discussion on A-Taqrib bayn Al-Madzahib fi Al-Islam

Pulic Discussion... 02 November 2012

Din: Hormati Perbedaan Awal Puasa

YOGYAKARTA —... 17 July 2012
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Contact Us

home Address: Jl. Kemiri No. 24, Menteng, Jakarta 10350

phone Tel: 021 - 3154939

email Email: cdcc.secretariat@gmail.com