JK Singgung Penembakan di AS hingga Krisis Timteng saat Pidato di CDCC

Wakil Presiden Jusuf Kalla pagi ini memberikan pidato peradaban dalam acara Centre for Dialogue and Cooperation Among Civilizations (CDCC). Didampingi oleh Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, selain berpidato, JK juga turut hadir dalam diskusi bertema geopolitik dan geoekonomi ini.
Dalam pidatonya JK turut menyinggung soal peristiwa teror penembakan di Las Vegas, AS hingga banyaknya ancaman terorisme di Eropa dan pergolakan di Timur Tengah.
“Di Eropa teror radikal itu menjalar juga di AS. Kita baca kemarin ganasnya aturan senjata sehingga dalam berapa menit saja puluhan ratusan orang tewas luka (Las Vegas),” ujar JK di kantor Wapres, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (4/10).
Sekadar diketahui, CDCC merupakan lembaga kajian yang dibina oleh Din Syamsuddin. Lembaga ini juga diisi oleh aktivis PP Muhammadiyah.
Ia lalu menyinggung soal ketidakstabilan yang terjadi di Timur Tengah. Hal ini terjadi karena konsep demokrasi yang dirasa tak sesuai dengan kultur di sana.
“Ada hal menarik khususnya di Timur Tengah. Semua negara yang bergolak itu biasanya republik. Irak, Suriah, Mesir, Libya, Yaman,” kata JK.
“Lembaganya republik tapi partainya otoriter. Yang kingdom justru enggak apa apa. Karena ingin mencoba demokrasi tapi tak sesuai tabiat kultur mereka. Kultur mereka itu tribe. Justru di negara kerajaan lebih stabil,” pungkasnya.
Usai berpidato, JK akan melanjutkan agenda yaitu rapat koordinasi zakat, Badan Amil Zakat Nasional di Ancol Jakarta Utara.
Din selaku Ketua CDCC juga sempat menyampaikan sambutan. Menurut dia, kondisi ekonomi dunia saat ini di mana kekuatan ekonomi tak lagi berpusat di Amerika Serikat.
“Kita menyaksikan ada pergeseran pusat gravitasi ekonomi dunia, center forward economy gravity dari kawasan Atlantik ke Pasifik yang disertai oleh fenomena kebangkitan Asia Timur pertama. The rise of China dengan segala dampak sistemiknya,” sambung Din. ⁠⁠⁠
Diskusi yang digelar hari ini, lanjut dia, adalah untuk memikirkan strategi bagaimana Indonesia menghadapi perubahan ekonomi dunia saat ini agar tetap bia berkompetisi. ⁠

Read more at https://kumparan.com/search/pidato%20peradaban#RAmFbBexBT4Wzlzy.99