Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Muslim Inggris dan Indonesia Perlu Berbagi Pengalaman

Roundtable Discussion: "Countering Violent Extremism: Sharing Best Practices and Establishing Sustainable Working Partnerships" 29/2/2016

Roundtable Discussion: “Countering Violent Extremism: Sharing Best Practices and Establishing Sustainable Working Partnerships” 29/2/2016

Warga Muslim di Inggris dan warga Muslim di Indonesia memang terpisah secarea geografis. Namun demikian, secara emosional sangat dekat.

Demikian disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, dalam acara roundtable discussion antara warga Muslim Inggris dengan Muslim Indonesia dengan tema “Countering Violent Extremism: Sharing Best Practices and Establishing Sustainable Working Partnerships” di Jakarta (Senin, 29/2)

“Karena itu kita perlu saling bertukar pengalaman tentang Islam dan perdamaian. Di Indonesia, kita mendiskusikannya dan juga bekerja sama dengan kelompok agama lain,” ujar Abdul Mu’ti.

Dialog ini digelar Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) dan Muhammadiyah. Dari Inggris, datang sebagai narasumber Mohammed Abbasi (Co-Director of Association of British Muslims), Imam Qari Asim (imam senior dari Masjid Leeds Makkah), Imam Asim Hafiz (penasehat bidang agama pada Departemen Pertahanan Inggris), Shaista Gohir (Ketua Muslim Women’s Network) dan Akeela Ahmed (Christian-Muslim  Forum).

Dari Inggris, hadir Mohammed Abbasi (Co-Director of Association of British Muslims), Imam Qari Asim (imam senior dari Masjid Leeds Makkah), Imam Asim Hafiz (penasehat bidang agama pada Departemen Pertahanan Inggris), Shaista Gohir (Ketua Muslim Women’s Network) dan Akeela Ahmed (Christian-Muslim  Forum).

Dari pihak Indonesia hadir Alwi Shihab (tokoh Nadhlatul Ulama yang juga mantan Menlu RI), Chusnul Mar’iyah (dosen ilmu politik yang juga aktivis Muhamadiyah), Yayah Khisbiyah (Direktur Program CDCC), Imam Addaruqutni (Sekjen Dewan Masjid Indonesia) dan Dahnil Anzar Simanjuntak (Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah).

Direktur Eksekutif CDCC, Alpha Amirrachman, mengatakan bahwa dialog ini hendaknya tidak terbatas hanya pada diskusi saja, perlu diterjemahkan secara lebih konkrit dalam bentuk kerjasama-kerjasama.

“Perlu lebih banyak warga Muslim Inggris yang datang ke Indonesia untuk melihat bagaimana mayoritas Muslim berinteraksi dengan kelompok minoritas, perlu juga warga Muslim Indonesia untuk ke sana untuk melihat bagaimana kelompok Muslim sebagai minoritas berinteraski dengan mayoritas non Muslim,” demikian Alpha. [ysa]

Sumber: RMOL.CO

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *